Sejak 2013 · Bali, Indonesia
Dari minyak jelantah menjadi energi yang lebih bersih dan komunitas yang lebih kuat.
Perusahaan sosial nirlaba pertama di Bali yang mendaur ulang minyak jelantah menjadi biodiesel berkualitas tinggi dan produk upcycle.

Beroperasi sejak
2013
CO₂ yang dapat dihindari per tahun (target)
1,000–1,500 t
Manifesto Sirkular
UBAH LIMBAH JADI DAMPAK
Minyak jelantah sering dianggap limbah akhir yang menyumbat saluran air dan mencemari air. Kami melihatnya sebagai bahan baku energi bersih, sekaligus peluang untuk menjaga lingkungan Bali dan kesehatan masyarakat.
Tentang Yayasan Lengis Hijau
Setiap tetes punya nilai.
Minyak jelantah sering dipandang sebagai limbah akhir. Kami melihatnya sebagai bahan baku untuk menciptakan nilai baru.
Sejak 2013, Yayasan Lengis Hijau membangun sistem pengumpulan minyak jelantah dan mengembangkan pengolahannya menjadi biodiesel dan produk upcycle. Kami percaya solusi lingkungan yang efektif harus praktis, kolaboratif, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam angka
Proyek kami dalam angka.
2013
Beroperasi sejak
340
Hotel dan restoran yang dikaji
400 – 600 m³
Target daur ulang minyak jelantah per tahun
1,000 – 1,500 t
Emisi CO₂ yang dapat dihindari per tahun (target)
Pengelolaan Holistik
Tiga Pilar Perubahan Kami
Kami tidak hanya mendaur ulang minyak. Kami menjaga lingkungan Bali, menciptakan lapangan kerja bagi yang membutuhkan, dan menjaga minyak bekas tidak kembali ke rantai makanan.
Pilar 01 · Ekologi
Iklim & Lingkungan
Mendaur ulang minyak jelantah menjadi biodiesel mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan emisi gas rumah kaca, serta menjaga minyak tidak mencemari perairan, air tanah, dan tanah.
Pilar 02 · Pemberdayaan
Mata Pencaharian
Perusahaan sosial nirlaba menciptakan lapangan kerja bagi kelompok yang kurang beruntung secara sosial dan membangun keterampilan profesional.
Pilar 03 · Kesejahteraan
Kesehatan Masyarakat
Menjaga minyak bekas tidak beredar kembali mengurangi risiko kesehatan akibat dijual ulang sebagai bahan pangan di warung-warung kecil.
Langkah demi Langkah
Dari Limbah Menjadi Sumber Daya
Mudah bagi mitra kami, bermakna bagi lingkungan.
01 / KUMPULKAN
Kumpulkan
Hotel, restoran, usaha, komunitas, dan rumah tangga mengumpulkan minyak jelantah mereka.
02 / JEMPUT
Jemput
Tim pengumpulan menjadwalkan penjemputan sesuai volume dan waktu yang disepakati.
03 / OLAH
Olah
Minyak disaring dan diolah menjadi bahan baku bernilai lebih tinggi.
04 / UBAH
Ubah
Bahan baku diubah menjadi biodiesel dan produk upcycle lainnya.
05 / DAMPAK
Dampak
Limbah kembali masuk ke siklus nilai, bukan menjadi beban lingkungan.
Solusi Sirkular
Satu bahan baku, ribuan kemungkinan.
Logistik Utama
Pengumpulan Minyak Jelantah
Sistem pengumpulan minyak jelantah untuk hotel, restoran, kafe, usaha, komunitas, dan rumah tangga.
Energi Bersih
Biodiesel
Mengembangkan minyak jelantah sebagai bahan baku biodiesel dan solusi energi alternatif.
Upcycling
Sabun & Lilin
Mengubah minyak jelantah menjadi produk fungsional bernilai melalui pendekatan desain sirkular.
Inovasi
Riset & Pengembangan
Menguji berbagai produk turunan agar lebih banyak nilai kembali kepada masyarakat.
Peningkatan Kapasitas
Pembelajaran & Pelatihan
Pelatihan pengelolaan limbah, biodiesel, pembuatan sabun, pembuatan lilin, dan kewirausahaan sirkular.
Partnerships
Kemitraan & Komunitas
Membangun kolaborasi antara usaha, komunitas, institusi, dan organisasi untuk menciptakan dampak nyata.
Kemitraan Tonggak Sejarah
Satu kemitraan dapat menutup satu lingkaran.
“Daripada membuang minyak jelantah, mari kumpulkan, kelola, dan ubah menjadi sesuatu yang bermakna.”
Sejak 2016, bus antar-jemput sekolah di Green School Bali berjalan dengan biodiesel dari minyak jelantah daur ulang.
Dibangun Lewat Kolaborasi
Mitra Ekosistem Kami
Bekerja bergandengan tangan dengan instansi pemerintah, asosiasi, universitas, mitra perhotelan, dan pendukung internasional.

Pemerintah Provinsi Bali

Pemerintah Kota Denpasar

Dinas Lingkungan Hidup

PHRI Bali

Green School Bali

Universitas Udayana

Institut Teknologi Bandung (ITB)

Maya Ubud Resort & Spa

Viceroy Bali

Bio Bus Green School
Didukung Oleh

Caritas Switzerland

Kuoni

myclimate

DEG – KfW Bankengruppe

IDSIA
Pers & Publikasi
Kegiatan Kami di Media
Pemberitaan proyek daur ulang minyak jelantah di Bali.
BIODIESEL MAGAZINE
First Biodiesel Plant in Bali, Indonesia, Undergoes Commissioning
MONGABAY INDONESIA
Cerita Menarik Pengolahan Jelantah Jadi Biodiesel di Bali
TEMPO
New Strength from Used Cooking Oil
Transparansi · Kejelasan
Pertanyaan yang Sering Diajukan.
Siapa yang bisa menyetor minyak jelantah?
Hotel, restoran, kafe, usaha, komunitas, rumah tangga, dan organisasi dapat menghubungi Lengis Hijau untuk membahas pengaturan penjemputan.
Apakah ada syarat volume minimum?
Volume dan jadwal penjemputan dapat disesuaikan dengan lokasi dan kebutuhan. Hubungi kami untuk penilaian awal.
Minyak jelantah digunakan untuk apa?
Minyak yang terkumpul diolah menjadi bahan baku biodiesel dan di-upcycle menjadi berbagai produk, tergantung kualitas minyak dan metode pengolahan.
Apakah Lengis Hijau menerima kemitraan?
Ya. Kami terbuka untuk kolaborasi dengan usaha, komunitas, institusi, donor, dan organisasi.
Yayasan Lengis Hijau · Berdiri 2013
Jangan dibuang.
Ubah jadi dampak.
Ubah jadi dampak.
Ingin menyetor minyak jelantah, menjadi mitra, mengadakan pelatihan, atau mengembangkan program keberlanjutan?
Jl. Cargo Sari No. 4X, Ubung Kaja, Denpasar Utara, Bali
Senin – Jumat, 09.00 – 17.00 WITA